Cryptodewa.com – Setiap trader pasti pernah mengalami kerugian. Tapi bagaimana cara kita menyikapinya? Dalam sesi one-on-one yang diadakan setiap Jumat, para trader pemula hingga berpengalaman saling berbagi cerita, strategi, dan dukungan psikologis dalam menghadapi dunia trading yang dinamis. Dua sosok yang menarik perhatian kali ini adalah Pak Reza dari Malang dan Pak Husna dari Klaten, yang dengan jujur menceritakan pengalaman mereka.
📉 Kisah Reza: Dari Modal Rp5 Juta Hingga Terjebak Emosi Ingin Balik Modal
Pak Reza sudah memulai trading sejak Agustus tahun lalu. Ia memulai dengan modal Rp5 juta, namun selama perjalanan trading, ia mengalami loss sebesar 40%. Bahkan sempat merasakan profit yang melonjak drastis hingga Rp20 juta sebelum akhirnya turun kembali.
Namun yang menjadi tantangan utama bukan hanya angka, melainkan dorongan emosional untuk “balik modal secepatnya”. Ketika merasa menemukan momentum bagus, Reza tergoda untuk memperbesar lot, berharap kerugian sebelumnya bisa cepat tertutupi.
Sayangnya, hal ini justru memperbesar risiko.
🧠 Kenapa Emosi Bisa Menghancurkan Trading?
Dalam dunia trading, emosi adalah musuh terbesar. Banyak trader pemula berpikir, “Kalau saya rugi kemarin, saya harus cari untung lebih banyak sekarang.” Padahal, pola pikir seperti ini justru mempercepat terjadinya kesalahan berikutnya.
“Kalau sering-sering SL (Stop Loss), kita jadi gak percaya diri. Tapi kalau terlalu sering untung, sekali rugi malah ditahan. Ini dua-duanya berbahaya.” – Mentor
🔄 Solusi: Berhenti Sejenak, Refleksi, dan Tetap pada Rencana
Ketika ingin entry posisi, coba lakukan hal ini:
-
Berhenti sejenak dan berpikir:
- Apakah ini sesuai trading plan saya?
- Berapa lot yang saya gunakan?
- Kalau rugi, saya siap kehilangan berapa?
-
Jangan asal entry.
- Hindari sikap “yang penting entry dulu, nanti TP/SL gampang.”
- Ini bisa membuat trading menjadi tidak nyaman.
-
Jaga psikologi.
- Loss itu wajar.
- Yang penting adalah tetap berpikir jernih dan menjaga disiplin terhadap strategi yang telah disusun.
📊 Mengenal Winrate dan Pentingnya Backtest
Salah satu cara agar lebih percaya diri adalah dengan melakukan backtest strategi yang kita gunakan. Misalnya, dari 100 entry, jika 70 kali profit dan 30 kali loss, berarti winrate kita 70%.
Dengan data ini, saat kita mengalami 3-4 kali loss berturut-turut, kita bisa tetap tenang karena tahu itu masih dalam batas toleransi strategi.
📈 Cerita Husna: 4 Hari Trading, Tapi Sudah Belajar Banyak
Pak Husna baru memulai trading selama 4 hari, tapi sudah aktif mempelajari berbagai hal dari video pembelajaran. Ia mengamati tren dari H1 hingga H4 dan mencoba masuk pasar saat harga berada di area bawah ketika tren naik.
Namun karena masih pemula, Husna sempat mengalami MC (Margin Call) saat salah mengartikan pergerakan harga. Ia mengira harga akan terus turun dan langsung melakukan sell, padahal itu hanya “ekor candle” sebelum harga naik kembali.
💡 Tips untuk Trader Pemula
1. Gunakan Akun Sen
Dengan modal Rp500.000, lebih baik gunakan akun sen dan lot 0.01 agar bisa melakukan lebih banyak entry tanpa risiko besar.
2. Fokus pada Skill, Bukan Uang
Jangan buru-buru mengejar keuntungan. Fokuslah memperkuat skill analisa, manajemen risiko, dan psikologi trading. Uang akan mengikuti kalau skill-nya sudah matang.
3. Gunakan Indikator RSI (Relative Strength Index)
Untuk pemula, RSI sangat membantu:
- RSI di bawah 30 → harga dianggap murah (potensi naik)
- RSI di atas 70 → harga dianggap mahal (potensi turun)
Indikator ini bisa menjadi konfirmasi tambahan saat hendak entry posisi.
🚪 Punya Rencana Keluar Itu Wajib
Jangan cuma mikir entry, tapi juga harus tahu kapan harus keluar dari pasar. Entah itu karena sudah profit, atau karena harga bergerak tidak sesuai analisa.
“Harus ada plan: Saya mau keluar di mana, rugi maksimal saya berapa, take profit saya berapa. Jangan dibiarkan mengambang.” – Mentor
🤝 Manfaatkan Mentor dan Support
Salah satu keuntungan bergabung di komunitas seperti ini adalah adanya support mentor. Jika bingung saat analisa, cukup screenshot chart kamu dan kirimkan ke tim support mentor. Mereka akan bantu mengecek apakah analisa kamu sudah tepat.
Sabar, Belajar, dan Konsisten
Trading bukan jalan pintas untuk cepat kaya. Dibutuhkan ilmu, pengalaman, dan mental yang kuat. Banyak yang menyerah di 90 hari pertama, padahal kalau bisa bertahan dan terus belajar, peluang keberhasilan sangat besar.
Jadi buat kamu yang baru mulai, seperti Reza dan Husna, tetap semangat. Terus belajar, jangan cepat menyerah, dan nikmati prosesnya.
Baca Juga :
- FOMC Press Con : Rebound Pasar dan Ketidakpastian Menghantui
- The Fed – Efek Pergerakan Bitcoin dan Altcoin
❓ FAQ Seputar Trading untuk Pemula
🔹 1. Kenapa saya sering loss meskipun sudah merasa entry di waktu yang tepat?
Karena bisa jadi kamu belum punya trading plan yang jelas atau terlalu bergantung pada feeling. Gunakan analisa teknikal dan indikator untuk konfirmasi.
🔹 2. Apakah loss dalam trading itu wajar?
Wajar sekali. Bahkan trader profesional pun mengalami loss. Yang penting adalah bagaimana kamu mengelola loss tersebut.
🔹 3. Bagaimana cara mengelola emosi setelah rugi besar?
Berhenti sejenak, refleksi, dan kembali ke plan. Jangan entry hanya karena ingin cepat menebus kerugian.
🔹 4. Apa itu akun sen dan kenapa cocok untuk pemula?
Akun sen adalah jenis akun trading yang memungkinkan trader untuk bertransaksi dengan nilai kecil. Cocok untuk pemula agar bisa belajar tanpa risiko besar.
🔹 5. Indikator apa yang cocok untuk pemula?
RSI (Relative Strength Index) sangat cocok untuk pemula karena mudah dipahami dan cukup akurat untuk membaca momentum harga.
Yuk, terus tingkatkan skill trading kamu! Jangan takut gagal, karena dari kegagalanlah trader sejati terbentuk.