Update Bitcoin: Tren Pasar, CPI, dan Pengaruh Sentimen Global

core CPI

Cryptodewa.com – Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, harga Bitcoin sedang dalam tahap reclaim di sekitar $84.000, dengan potensi untuk mengisi celah CME Gap yang terbentuk pada hari Senin. Namun, pertanyaannya adalah: apakah Bitcoin benar-benar akan pulih sepenuhnya atau masih dalam tekanan akibat sentimen Tren Pasar global?

core CPI
cryptodewa.com

Dampak Data JOLS Job Opening

Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan Bitcoin adalah data JOLS Job Opening yang baru dirilis. Data ini menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih rendah dibandingkan dengan prediksi sebelumnya. Hal ini menjadi pertanda bahwa kondisi ekonomi Amerika Serikat tidak sekuat yang diperkirakan.

Ketika data ini keluar, Bitcoin mengalami koreksi sejenak sebelum akhirnya kembali menguat. Hal ini terjadi karena para investor menyadari bahwa meskipun data tenaga kerja sedikit lebih rendah, risiko resesi yang selama ini dikhawatirkan tampaknya tidak begitu signifikan.

Bitcoin dalam Tren Bullish di Time Frame Kecil

Setelah mengalami koreksi kecil, Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Dalam time frame 15 menit, terlihat bahwa Bitcoin masih mempertahankan pola higher high dan higher low, yang merupakan indikasi tren bullish. Saat ini, Bitcoin sedang menguji key level yang merupakan titik tertinggi dari pergerakan sebelumnya.

Jika Bitcoin berhasil menembus level ini dan closing di atas $84.000, ada kemungkinan besar harga akan melanjutkan kenaikan menuju $88.000 – $90.000. Namun, perlu diingat bahwa di atas level ini terdapat resistance trendline yang bisa menghambat pergerakan lebih lanjut.

Pentingnya Data CPI dalam Pergerakan Bitcoin

Salah satu faktor terbesar yang akan mempengaruhi harga Bitcoin adalah rilis data CPI (Consumer Price Index). Jika angka inflasi lebih rendah dari yang diantisipasi, ini bisa menjadi katalis besar bagi Bitcoin untuk mengalami relief rally dan mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Statistik Penting Terkait CPI dan Bitcoin

  • 10 Oktober 2023: CPI naik dari 2,3% ke 2,5%, Bitcoin mengalami kenaikan harga dalam 24 jam berikutnya sebesar 3,2%.
  • 11 Desember 2023: CPI naik dari 2,6% ke 2,7%, Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 5,1% dalam beberapa hari setelahnya.
  • 15 Januari 2024: CPI naik dari 2,7% ke 2,9%, Bitcoin mengalami koreksi kecil sebelum melanjutkan reli sebesar 4,7%.
  • 12 Februari 2024: CPI tetap stabil, Bitcoin mengalami konsolidasi tanpa pergerakan signifikan.

Jika tren ini berlanjut, maka data CPI yang lebih rendah dari ekspektasi bisa menjadi pemicu kenaikan harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Sentimen Global: Pengaruh Donald Trump dan Kebijakan Tarif

Selain faktor ekonomi, sentimen politik juga memegang peranan penting dalam pergerakan Bitcoin. Pernyataan dari mantan Presiden AS, Donald Trump, mengenai tarif impor baja dan aluminium, telah menciptakan ketidakpastian di pasar. Dalam beberapa kesempatan, Trump juga menyatakan bahwa ia tidak melihat adanya resesi dalam waktu dekat.

Namun, pernyataan Trump ini sering kali berubah-ubah, yang menyebabkan volatilitas di pasar. Bahkan, pengumuman tentang tarif baja dan aluminium yang sebelumnya dikatakan tidak akan diberlakukan, tiba-tiba menjadi kebijakan yang diimplementasikan dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan bahwa Tren Pasar masih sangat sensitif terhadap berita-berita makroekonomi dan politik.

Alternatif Investasi: Altcoins Lebih Menarik?

Dengan kondisi Tren Pasar yang masih belum stabil, beberapa investor lebih memilih untuk beralih ke altcoins sebagai alternatif investasi. Beberapa altcoin seperti Auction, Layer, dan Move telah menunjukkan potensi yang menarik dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu strategi yang digunakan oleh trader profesional adalah mencari retracement pada altcoins saat Bitcoin mengalami koreksi kecil. Dengan cara ini, mereka bisa masuk ke pasar di harga yang lebih baik dan memanfaatkan momentum bullish yang terjadi pada altcoins tertentu.

 

Berita Terkait :

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu CME Gap dalam Bitcoin?

CME Gap adalah celah harga yang terbentuk di grafik kontrak berjangka Bitcoin yang diperdagangkan di Chicago Mercantile Exchange (CME). Celah ini terjadi ketika harga pembukaan lebih tinggi atau lebih rendah dari harga penutupan sesi sebelumnya.

2. Bagaimana data CPI mempengaruhi harga Bitcoin?

Jika data CPI lebih tinggi dari ekspektasi, investor sering kali khawatir bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga, yang dapat menekan harga Bitcoin. Sebaliknya, jika CPI lebih rendah dari ekspektasi, ini bisa menjadi katalis bagi Bitcoin untuk naik karena ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

3. Mengapa Bitcoin masih bisa mengalami koreksi meskipun tren bullish?

Bitcoin sering mengalami koreksi dalam tren bullish karena aksi ambil untung (profit taking) oleh trader jangka pendek serta faktor eksternal seperti berita ekonomi dan kebijakan pemerintah.

4. Apa strategi terbaik untuk menghadapi volatilitas Bitcoin?

Beberapa strategi yang dapat digunakan adalah dollar-cost averaging (DCA), menggunakan stop-loss untuk membatasi risiko, serta diversifikasi portofolio dengan altcoins atau aset lainnya.

Tren Pasar Apa yang Bisa Diharapkan?

  1. Bitcoin masih dalam tren bullish pada time frame kecil, namun harus menembus resistance di sekitar $84.000 – $88.000 untuk mengonfirmasi kelanjutan reli.
  2. Data CPI menjadi faktor kunci dalam menentukan arah Tren Pasar selanjutnya. Jika inflasi lebih rendah dari ekspektasi, Bitcoin bisa mengalami lonjakan harga.
  3. Sentimen Tren Pasar masih dipengaruhi oleh kebijakan politik, terutama dari pernyataan Donald Trump yang sering berubah-ubah.
  4. Altcoins bisa menjadi peluang menarik bagi investor yang ingin mencari keuntungan lebih cepat dibandingkan hanya fokus pada Bitcoin.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi. Tidak ada bagian dari artikel ini yang dapat dianggap sebagai saran investasi atau keuangan. Pasar kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan investasi, dan konsultasikan dengan penasihat keuangan jika diperlukan.


Pantau terus perkembangan terbaru dan tetap lakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi! 🚀