Deepseek AI: Teknologi Baru dari Cina yang Mengguncang Dunia

Cryptodewa.com – Dunia kecerdasan buatan (AI) Deepseek AI kembali dihebohkan dengan kehadiran Deepseek, AI terbaru buatan Cina yang diklaim lebih efisien dan lebih murah dibandingkan dengan OpenAI. Kehadirannya tidak hanya mengguncang pasar teknologi, tetapi juga berdampak besar terhadap hubungan geopolitik antara Cina dan Amerika Serikat. Bahkan, saham Nvidia dikabarkan mengalami penurunan akibat munculnya AI ini. Bagaimana bisa? Mari kita telusuri lebih dalam.

 

Deepseek AI
Deepseek AI

Apa Itu Deepseek AI?

Deepseek adalah AI yang mirip dengan OpenAI, namun dibuat oleh tim asal Cina dengan pendekatan berbeda. Tidak seperti OpenAI yang menghabiskan sekitar 10 juta dolar untuk membangun modelnya, Deepseek hanya membutuhkan 6 juta dolar untuk melatih model AI mereka. Selain itu, biaya penggunaan Deepseek jauh lebih murah, sekitar 95% lebih murah dibandingkan OpenAI dan para pesaingnya. Hal ini membuat banyak pengguna AI tertarik untuk mencoba alternatif baru ini.

Keunggulan Deepseek Dibanding OpenAI

Beberapa hal yang membuat Deepseek unggul dibandingkan dengan OpenAI antara lain:

  • Lebih Murah: Dengan biaya yang jauh lebih rendah, Deepseek menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi perusahaan dan individu yang ingin menggunakan teknologi AI.
  • Lebih Efisien: Deepseek diklaim lebih efisien dalam penggunaannya dan tidak memerlukan banyak sumber daya seperti AI lainnya.
  • Open Source: Salah satu daya tarik utama Deepseek adalah sifatnya yang open-source. Ini memungkinkan pengembang dan peneliti untuk mengakses kode sumbernya, memodifikasinya, dan mengembangkannya lebih lanjut sesuai kebutuhan mereka.

Namun, ada satu kelemahan yang menjadi perdebatan di kalangan pengguna AI, yaitu keterbatasan dalam kebebasan berbicara. Seperti halnya AI lain yang dikembangkan di Cina, Deepseek disebut memiliki batasan dalam hal isu sensitif seperti Tiananmen Square.

Dampak Deepseek Terhadap Nvidia dan Pasar Teknologi

Munculnya ai ini juga berdampak pada saham Nvidia yang mengalami penurunan. Mengapa demikian? Nvidia selama ini memiliki dominasi dalam penyediaan kartu grafis (GPU) yang digunakan untuk melatih model AI seperti OpenAI. Namun, dengan munculnya ai ini yang lebih efisien dan lebih murah, banyak pihak mulai mempertanyakan dominasi Nvidia dalam industri AI.

Perusahaan hedge fund yang mengembangkan ai ini awalnya menggunakan perangkat Nvidia untuk menjalankan model AI mereka, tetapi mereka menemukan cara untuk membuat AI yang lebih hemat sumber daya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada GPU Nvidia. Hal ini membuat investor khawatir akan berkurangnya permintaan terhadap produk Nvidia, yang akhirnya menyebabkan turunnya harga saham perusahaan tersebut.

Deepseek dan Persaingan AI Global

Munculnya Deepseek juga mencerminkan bagaimana persaingan dalam dunia AI semakin ketat. Amerika Serikat, yang sebelumnya mendominasi dunia AI dengan perusahaan seperti OpenAI, kini harus menghadapi tantangan baru dari Cina. Bahkan, Mark Zuckerberg melalui Meta secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pengembangan AI di Amerika agar tidak tertinggal dari Cina.

Persaingan ini bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga memiliki dimensi geopolitik yang besar. Amerika Serikat tidak ingin kehilangan dominasinya di bidang AI, sementara Cina terus berusaha menjadi pemimpin dalam industri ini. Maka dari itu, perdebatan mengenai apakah AI seperti Deepseek akan benar-benar menggeser dominasi OpenAI masih terus berlangsung.

Kontroversi dan Keamanan Data

Walaupun Deepseek menawarkan banyak keunggulan, ada beberapa pihak yang masih meragukan keamanan dan transparansi AI ini. Salah satu kekhawatiran utama adalah keterlibatan pemerintah Cina dalam pengembangan teknologi ini. Banyak yang bertanya-tanya apakah ada kemungkinan bahwa AI ini digunakan sebagai alat pengawasan atau propaganda.

Namun, klaim ini masih bersifat spekulatif dan belum memiliki bukti yang cukup kuat. Beberapa pengguna yang sudah mencoba Deepseek mengklaim bahwa performanya memang mengesankan, tetapi tetap ada kekhawatiran mengenai privasi data pengguna.

Baca Juga :

Masa Depan AI: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Dengan munculnya Deepseek, masa depan AI tampaknya akan semakin menarik. Jika tren ini berlanjut, kita bisa melihat lebih banyak alternatif AI yang lebih efisien dan lebih murah dibandingkan dengan model AI yang ada saat ini. Beberapa kemungkinan yang bisa terjadi dalam waktu dekat antara lain:

  • Inovasi Lebih Cepat: Kompetisi yang semakin ketat akan mendorong perusahaan AI lainnya untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik dan lebih terjangkau.
  • Regulasi yang Lebih Ketat: Dengan semakin banyaknya AI yang beredar, kemungkinan besar pemerintah di berbagai negara akan menerapkan regulasi yang lebih ketat untuk memastikan keamanan dan etika dalam penggunaan AI.
  • Dominasi Cina di Industri AI: Jika Deepseek terus berkembang dan mendapatkan dukungan luas, bukan tidak mungkin Cina akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin di industri AI.

Deepseek AI adalah bukti bahwa dunia AI terus berkembang dengan pesat. Dengan biaya yang lebih rendah, efisiensi yang lebih tinggi, dan sifatnya yang open-source, Deepseek menawarkan alternatif menarik bagi pengguna AI di seluruh dunia. Namun, di balik keunggulannya, AI ini juga membawa kontroversi, terutama terkait dengan keamanan dan potensi keterlibatan pemerintah Cina.

Bagaimana masa depan AI akan berkembang? Akankah Deepseek benar-benar mampu menggeser dominasi OpenAI? Ataukah Amerika akan berusaha lebih keras untuk mempertahankan posisinya dalam industri AI? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Yang pasti, persaingan AI semakin menarik untuk disimak dan akan terus menjadi perbincangan hangat di dunia teknologi.