cryptodewa.com – Bitcoin mengalami koreksi dari harga tertinggi sepanjang masa, turun dari 109.000 USD ke 91.000 USD sebelum kembali naik ke area 102.000 USD dan terkoreksi lagi. Namun, di balik pergerakan harga ini, terdapat kondisi sinyal bullish setup terbaik yang pernah ada, menandakan era keemasan bagi Bitcoin dan dunia kripto.
Beberapa faktor utama mendukung optimisme ini, termasuk siklus pemilihan presiden AS, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, serta kebijakan strategis terkait Bitcoin yang sedang dipersiapkan oleh pemerintahan Donald Trump.

Perbedaan Kondisi dengan Tahun 2018
Pada 2018, kebijakan tarif yang diterapkan Donald Trump di tahun kedua pemerintahannya memicu tekanan pada pasar global, termasuk Bitcoin yang mengalami penurunan drastis. Namun, tahun 2025 berbeda. Ini adalah tahun pertama pemerintahan baru, yang secara historis justru menjadi periode terbaik bagi Bitcoin menurut teori siklus pemilihan presiden AS.
Faktor lain yang membedakan adalah kebijakan Federal Reserve. Pada 2018, suku bunga naik signifikan, menyebabkan tekanan besar bagi pasar keuangan. Sebaliknya, pada 2025, skenario terbaik adalah pemotongan suku bunga, sementara skenario terburuknya hanya mempertahankan suku bunga saat ini.
Selain itu, ekonomi China yang sedang mengalami pelemahan akibat efek domino dari krisis properti dan pandemi membuat negara tersebut membutuhkan stimulus ekonomi, sehingga perang dagang kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Trump telah menggunakan strategi tarif sebagai alat negosiasi, sebagaimana ia lakukan sebelumnya terhadap Kolombia, Kanada, dan Meksiko.
Trump dan Strategi Ekonomi Pro-Bitcoin
Meskipun banyak spekulasi tentang kemungkinan perang global, banyak analis percaya bahwa Trump tidak akan melakukan perang besar karena latar belakangnya sebagai pebisnis. Perang hanya akan memperburuk utang negara, dan di sekeliling Trump saat ini adalah para ekonom serta hedge fund manager yang ahli dalam pasar modal dan investasi.
Menteri Keuangan AS, Scott Bohn, memiliki latar belakang sebagai Chief Investment Officer di Soros Fund Management. Menteri Perdagangan Howard Lutnick adalah CEO dari perusahaan yang secara aktif berinvestasi dalam Bitcoin. Bahkan, kepala strategi kripto dan AI di bawah Trump, David Sacks, berasal dari kelompok elit teknologi “PayPal Mafia” dan mendukung pertumbuhan industri aset digital.
Sovereign Wealth Fund dan Bitcoin Strategic Reserve
Salah satu kebijakan ekonomi terbesar yang sedang dipersiapkan oleh Trump adalah pendirian Sovereign Wealth Fund pertama di AS. Dana ini bertujuan untuk mengelola kekayaan negara agar tidak selalu bergantung pada pajak. Negara-negara lain seperti Norwegia, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Singapura sudah lama memiliki sovereign wealth fund yang menguntungkan.
Yang menarik, kepala Sovereign Wealth Fund AS adalah Howard Lutnick, seorang pendukung Bitcoin yang diketahui siap membeli Bitcoin di harga berapa pun. Banyak pihak yang menduga bahwa Sovereign Wealth Fund ini akan menjadi jalan pintas untuk memasukkan Bitcoin ke dalam cadangan strategis AS. Hasil akhirnya baru akan terlihat pada Mei 2025, ketika komite Sovereign Wealth Fund melaporkan rencana strategisnya kepada Trump.
Selain itu, lebih dari 23 negara bagian di AS telah membahas Bitcoin Strategic Reserve, sebuah kebijakan untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan negara. Negara bagian yang lebih cepat mengesahkan kebijakan ini berpotensi mendapatkan Bitcoin dengan harga lebih murah dibandingkan yang lain.
Kenaikan Harga Emas Sebagai Pemicu Lonjakan Bitcoin
Saat ini, emas telah mencapai harga tertinggi sepanjang masa akibat ketidakpastian geopolitik global. Hal ini mengindikasikan bahwa investor mencari aset safe haven, yang pada akhirnya akan berimbas positif pada Bitcoin.
Menariknya, strategi keuangan AS untuk membeli Bitcoin menggunakan hasil revaluasi emas dapat menjadi katalis utama lonjakan harga. Pemerintah AS memiliki 11 miliar USD dalam bentuk sertifikat emas di Federal Reserve, yang saat ini dihargai hanya 42,22 USD per troy ons. Dengan kenaikan harga emas yang telah mencapai 2.977 USD per ons, pemerintah dapat meminta Federal Reserve untuk melakukan revaluasi, mencetak uang baru, dan menggunakannya untuk membeli Bitcoin.
Strategi Perusahaan Besar dalam Akuisisi Bitcoin
Perusahaan seperti MicroStrategy, yang kini melakukan rebranding menjadi “Strategy B,” juga terus memperluas akuisisi Bitcoin mereka. Dengan berbagai strategi pembelian, seperti convertible bond, Bitcoin-backed loan, dan ATM equity offering, mereka telah mengumpulkan Bitcoin dalam jumlah besar. Bahkan, mereka baru saja meluncurkan saham preferen STRK dengan dividen 8% untuk mendanai pembelian Bitcoin lebih lanjut.
Selain Strategy B, ada banyak perusahaan lain yang juga membangun cadangan Bitcoin mereka. Michael Saylor, pendiri MicroStrategy, menyebutkan tiga faktor utama yang akan mendorong harga Bitcoin ke 5 juta USD, yaitu:
- Persetujuan Bitcoin Spot ETF,
- Penerapan aturan akuntansi yang lebih adil oleh FASB,
- Izin bagi bank untuk mengelola dan meminjamkan uang dengan Bitcoin sebagai jaminan. Ketiga faktor ini telah terjadi, memperkuat momentum sinyal bullish Bitcoin.
Quantitative Easing dan Likuiditas Global
Negara-negara besar seperti Kanada, India, Inggris, dan China mulai meningkatkan likuiditas pasar mereka melalui stimulus ekonomi dan pemotongan suku bunga. Hal ini menciptakan kondisi yang sangat menguntungkan bagi Bitcoin. Siklus likuiditas menunjukkan pola yang mirip dengan 2017, di mana harga Bitcoin mencapai titik tertinggi baru setiap kali likuiditas global meningkat.
Di tahun 2025, beberapa bulan yang perlu diwaspadai dalam pergerakan harga Bitcoin adalah:
- Maret: Efek psikologis dari mid-cycle top sebelumnya,
- Mei: Musim liburan bagi hedge fund,
- Oktober: Bulan yang secara historis memiliki volatilitas tinggi.
Dengan banyaknya faktor bullish ini, investor perlu memiliki keyakinan kuat terhadap Bitcoin. Tanpa keyakinan, investor berisiko menjual kepemilikannya terlalu cepat atau ketinggalan momentum kenaikan harga.
Artikel Terkait :
- Prediksi Pakar Banyak Negara Bakal Terbitkan Obligasi Berbasis Bitcoin
- Harga Kripto 6 Februari 2025: Bitcoin Kembali Lesu, Apa yang Terjadi?
FAQ
1. Apakah Bitcoin akan tetap mengalami volatilitas meskipun dalam bullish setup?
Ya, volatilitas tetap ada, terutama di sekitar peristiwa besar seperti kebijakan suku bunga atau keputusan regulasi.
2. Mengapa kenaikan harga emas dapat mendorong harga Bitcoin?
Karena pemerintah AS berencana membeli Bitcoin menggunakan hasil revaluasi emas mereka, yang saat ini berada di harga tertinggi sepanjang masa.
3. Apa dampak Sovereign Wealth Fund terhadap Bitcoin?
Jika Sovereign Wealth Fund AS memasukkan Bitcoin sebagai cadangan strategis, permintaan akan meningkat, yang dapat mendorong harga lebih tinggi.
4. Apakah perang dagang dengan China akan berdampak negatif pada Bitcoin?
Kemungkinan besar tidak, karena ekonomi China saat ini sedang lemah dan memerlukan stimulus, sehingga perang dagang besar kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
5. Bagaimana cara investor kecil mendapatkan keuntungan dari kondisi bullish ini?
Dengan memahami siklus pasar, menggunakan strategi akumulasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh volatilitas jangka pendek.