Mudah Memahami Support dan Resistance

Support dan Resistance

Cryptodewa.com – Dalam dunia trading, baik itu forex, saham, maupun crypto, mengetahui support dan resistance adalah salah satu kunci utama untuk mengambil keputusan yang tepat. Selain itu, konsep order block juga semakin populer di kalangan trader profesional karena memberikan gambaran area institusional entry yang kuat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana cara mengenali support, resistance, dan order block dengan mudah dan efektif, bahkan jika kamu masih pemula.

Support dan Resistance
cryptodewa.com

Apa Itu Support dan Resistance?

Sebelum kita masuk ke cara mengetahuinya, mari pahami dulu pengertiannya.

  • Support adalah level harga terendah yang cenderung menahan penurunan harga lebih lanjut karena tekanan beli yang besar.

  • Resistance adalah level harga tertinggi yang cenderung menahan kenaikan harga karena tekanan jual yang kuat.

Support dan resistance membantu trader menentukan titik entry, exit, dan stop loss dengan lebih tepat.


Cara Mengetahui Support Resistance

1. Menggunakan Chart dan Level Historis

Cara paling sederhana adalah melihat grafik harga dan menandai area di mana harga sering berbalik arah. Ini bisa dilihat dari:

  • Puncak dan lembah sebelumnya

  • Area konsolidasi

  • Level harga psikologis seperti 1.000, 5.000, 10.000, dll.

2. Bantuan Indikator Teknikal

Beberapa indikator yang bisa membantu menemukan support dan resistance:

  • Moving Average (MA): MA sering berfungsi sebagai dynamic support atau resistance.

  • Pivot Point: Otomatis menghitung level-level support dan resistance berdasarkan harga sebelumnya.

  • Fibonacci Retracement: Menunjukkan kemungkinan area pullback yang bisa jadi level support/resistance.

3. Volume Profile dan Price Action

Volume yang tinggi di level harga tertentu biasanya menjadi tanda kuatnya support atau resistance. Candlestick seperti doji, pin bar, atau engulfing di level tersebut juga jadi konfirmasi tambahan.


Apa Itu Order Block?

Order Block adalah area di mana institusi (bank besar, hedge fund, dll) meletakkan order dalam jumlah besar, biasanya menjelang pergerakan harga yang signifikan. Order block sering muncul sebelum breakout atau reversal besar.

Jenis order block:

  • Bullish Order Block: Terjadi sebelum harga naik

  • Bearish Order Block: Terjadi sebelum harga turun


Cara Menemukan Order Block

Menemukan order block secara akurat membutuhkan pemahaman tentang struktur pasar, perilaku harga (price action), serta konfirmasi dari volume atau pergerakan signifikan sebelumnya. Order block biasanya muncul sebelum harga mengalami pergerakan kuat, dan menjadi area penting yang sering dikunjungi ulang oleh harga untuk melakukan retracement atau re-entry.

Berikut langkah-langkah detail untuk menemukan order block yang valid:


1. Pahami Struktur Market (Market Structure)

Langkah awal yang sangat penting adalah memahami struktur pasar (market structure). Perhatikan apakah pasar sedang berada dalam tren naik, turun, atau sideways. Order block biasanya muncul pada:

  • Bullish Order Block: Terjadi ketika pasar sedang membentuk struktur higher high dan higher low. Order block muncul sebelum harga menembus resistance sebelumnya.

  • Bearish Order Block: Muncul saat pasar sedang membentuk struktur lower low dan lower high. Biasanya muncul sebelum harga menembus support terakhir.

Contoh: Jika kamu melihat harga membentuk higher low yang kuat lalu tiba-tiba ada candle besar bullish menembus resistance, maka area sebelum candle besar itu kemungkinan besar adalah bullish order block.


2. Identifikasi Candle Besar dan Reversal Cepat

Order block umumnya ditandai dengan candle besar (marubozu) atau serangkaian candle yang mendorong harga keluar dari zona konsolidasi atau zona tekanan.

Langkahnya:

  • Cari area di mana harga bergerak mendadak dengan volume besar (breakout).

  • Tandai candle terakhir sebelum pergerakan tajam tersebut.

  • Area candle itu, atau range tubuh dan ekor candle, menjadi zona order block potensial.

Misalnya, jika harga sebelumnya sideways, lalu muncul candle bearish besar yang menembus support, maka body dan wick dari candle sebelumnya bisa ditandai sebagai bearish order block.


3. Perhatikan Imbalance (Ketidakseimbangan Pasar)

Imbalance adalah area di mana pergerakan harga tidak kembali menyentuh zona tertentu karena adanya tekanan beli atau jual yang ekstrem. Dalam konsep smart money, imbalance menjadi petunjuk kuat bahwa institusi masuk pasar dan menciptakan order block.

Cara melihat imbalance:

  • Lihat candle besar yang tidak menyisakan jejak retracement (tidak mengisi area di bawah/atasnya).

  • Jika harga melonjak tanpa retrace, itu kemungkinan besar karena adanya order besar (institusi).

  • Area sebelum candle imbalance itulah order block yang biasanya akan di-retest di masa mendatang.


4. Gunakan Konfirmasi Volume

Volume adalah konfirmasi penting. Saat harga menembus area tertentu dengan lonjakan volume, maka kemungkinan besar di area sebelumnya terdapat aktivitas institusi (order block).

Gunakan indikator seperti:

  • Volume Bars: Lihat lonjakan volume yang mendadak.

  • Volume Profile: Lihat distribusi volume di area tertentu.

  • VWAP (Volume Weighted Average Price): Bantu menentukan area harga wajar berdasarkan volume.


5. Konfirmasi dengan Break of Structure (BOS)

Untuk memvalidasi sebuah order block, cari yang diikuti oleh Break of Structure. Artinya, harga harus menembus level penting (support/resistance) setelah menyentuh area order block tersebut.

Contoh:

  • Setelah harga menyentuh bullish order block, harga harus naik dan menembus high sebelumnya → validasi bullish order block.

  • Sebaliknya, jika menyentuh bearish order block lalu menembus low sebelumnya → validasi bearish order block.


6. Gunakan Timeframe Lebih Tinggi untuk Validasi

Semakin tinggi timeframe tempat kamu menemukan order block, semakin kuat pengaruhnya. Order block di timeframe H4, Daily, dan Weekly lebih akurat dibandingkan dengan di M15 atau M5.

Sebaiknya lakukan analisis di:

  • Timeframe tinggi untuk menemukan struktur dan order block utama

  • Timeframe menengah atau kecil untuk entry point (entry refinement)


7. Tandai dan Tunggu Reaksi Harga

Setelah order block teridentifikasi, tandai di chart dan tunggu harga kembali ke zona tersebut. Jangan buru-buru entry. Lihat reaksi harga ketika menyentuh area tersebut:

  • Apakah muncul rejection?

  • Apakah muncul candle reversal?

  • Apakah terjadi penurunan volume setelah sentuh area?

Jika ya, barulah pertimbangkan entry dengan manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga :


FAQ Seputar Support Resistance dan Order Block

Q: Apakah support dan resistance selalu akurat?

A: Tidak selalu. Mereka hanya alat bantu. Selalu kombinasikan dengan indikator lain dan manajemen risiko yang baik.

Q: Berapa kali harga harus menyentuh level agar dianggap support/resistance?

A: Umumnya dua kali atau lebih, semakin sering disentuh tanpa tembus, semakin kuat level tersebut.

Q: Apa bedanya order block dengan supply and demand zone?

A: Order block lebih spesifik dan seringkali muncul setelah aksi harga penting, sedangkan supply-demand zone lebih umum sebagai area potensial pembalikan harga.

Q: Bisa pakai order block di semua timeframe?

A: Ya, tapi semakin tinggi timeframe, semakin kuat validitasnya. Timeframe H4, daily, dan weekly sangat direkomendasikan.


Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum saja. Segala bentuk analisis pasar dan strategi yang dijelaskan bukan merupakan saran investasi atau ajakan trading. Risiko trading tetap ada dan keputusan akhir berada di tangan pembaca. Selalu lakukan riset dan gunakan manajemen risiko sebelum mengambil posisi.