Death Cross Bitcoin : Masih Terjebak di Area Kunci

Death Cross

Cryptodewa.com –  Bitcoin Mengalami Reclaim Tipis Pasar kripto mengalami koreksi sebesar 0,16% dalam 24 jam terakhir dengan total market cap mencapai 3,23 triliun USD. Bitcoin saat ini menunjukkan reclaim tipis di angka 97.591 USD, namun perlu konfirmasi apakah level 97.570 USD akan menjadi support yang kuat atau tidak.

  • Bitcoin daily close masih di atas MA20, indikasi awal perlawanan terhadap tren bearish.
  • Jika BTC bisa bertahan di atas 96.433 USD, maka kemungkinan turun ke 91.000 USD dapat dihindari.
  • Death Cross yang terjadi menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat.

Death Cross dan Dampaknya pada Bitcoin

Death Cross adalah fenomena teknikal yang terjadi ketika Moving Average (MA) jangka pendek, seperti MA50, memotong MA jangka panjang, seperti MA200, dari atas ke bawah. Ini merupakan sinyal bearish yang dapat menandakan adanya potensi penurunan harga lebih lanjut.

Dampak Death Cross pada Bitcoin:

  1. Meningkatkan Sentimen Bearish

    • Investor dan trader sering kali melihat Death Cross sebagai tanda bahwa tren turun akan berlanjut.
    • Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak aksi jual, mempercepat penurunan harga.
  2. Menurunkan Minat Institusi

    • Lembaga keuangan besar yang mengandalkan analisis teknikal cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil posisi beli saat terjadi Death Cross.
    • Ini bisa mengurangi likuiditas pasar dan memperpanjang fase bearish.
  3. Potensi Rebound Setelah Death Cross

    • Tidak semua Death Cross selalu diikuti oleh penurunan ekstrem.
    • Beberapa kasus menunjukkan adanya rebound singkat sebelum harga turun lebih dalam.
    • Oleh karena itu, penting untuk mengonfirmasi dengan indikator lain seperti RSI dan volume trading.
  4. Dampak Jangka Panjang

    • Dalam sejarah Bitcoin, Death Cross sering kali menjadi bagian dari siklus pasar.
    • Pada siklus sebelumnya, setelah Death Cross terjadi, Bitcoin butuh beberapa bulan sebelum akhirnya berbalik bullish.

Strategi Menghadapi Death Cross:

  • Hindari FOMO atau Panik Jual: Meskipun Death Cross adalah sinyal bearish, bukan berarti Bitcoin akan langsung jatuh drastis. Selalu konfirmasi dengan indikator lain.
  • Gunakan Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi investasi bertahap bisa membantu mengurangi dampak volatilitas pasar.
  • Pantau Level Support Kunci: Jika harga berhasil bertahan di atas support utama, maka kemungkinan adanya reversal akan lebih besar.
  • Perhatikan Pergerakan MA20 dan MA50: Jika harga kembali naik di atas MA20 setelah Death Cross, maka ada peluang pemulihan tren bullish.

Bitcoin Dominance dan Indikator Makroekonomi

Bitcoin dominance kembali mengalami kenaikan, meskipun masih dalam tren konsolidasi. Kenaikan ini dapat menjadi sinyal awal bahwa altcoin season belum tiba.

Faktor makroekonomi seperti kebijakan moneter dari The Fed juga dapat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin. Beberapa indikator yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Balance Sheet The Fed: Jika terjadi peningkatan secara konsisten, bisa menjadi sinyal bullish untuk kripto.
  • Suku Bunga: Pemotongan suku bunga oleh The Fed bisa mendorong investor kembali masuk ke pasar kripto.
  • Sentimen Pasar Global: Faktor seperti inflasi, ketegangan geopolitik, dan kebijakan pemerintah terhadap kripto dapat memengaruhi harga Bitcoin secara signifikan.

News Update: Skandal Kripto di Argentina Presiden Argentina Javier Milei baru-baru ini dikaitkan dengan token Libra yang mengalami dugaan rug pull sebesar 57,6 juta USD. Ini menjadi bukti bahwa regulasi dan transparansi dalam dunia kripto masih menjadi tantangan besar.

Pelajaran dari Kasus Token Presiden:

  • Jangan membeli token hanya karena didukung oleh figur publik.
  • Selalu lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi dalam aset digital baru.
  • Hindari proyek yang memiliki tanda-tanda skema ponzi atau manipulasi harga.

Ekonomi Global dan Dampaknya pada Kripto

Dalam seminggu ke depan, beberapa event ekonomi penting yang dapat memengaruhi harga kripto antara lain:

  • Speech Trump: Bisa memberikan sentimen baru terhadap regulasi kripto.
  • FOMC Meeting: Keputusan The Fed terkait kebijakan moneter dapat memicu volatilitas di pasar kripto.
  • Data Ekonomi AS: Seperti klaim pengangguran dan indeks manufaktur yang dapat memberikan gambaran terhadap arah ekonomi global.

Strategi Trading Bitcoin dan Ethereum

Untuk Bitcoin, strategi saat ini bisa dibagi menjadi dua kategori:

  • Konservatif: Menutup posisi short jika harga bertahan di atas 97.570 USD.
  • Agresif: Mempertahankan posisi short jika ada tanda-tanda rejection di MA20.

Untuk Ethereum, peluang short bisa diambil jika terjadi retest di angka 2.744 USD, dengan target di 2.619 USD sebagai level support utama.

Kesimpulan Pasar kripto saat ini masih berada dalam ketidakpastian, dengan beberapa indikator teknikal yang menunjukkan potensi koreksi lebih lanjut. Penting bagi investor untuk tetap disiplin dalam menerapkan strategi, menghindari spekulasi yang berlebihan, dan selalu melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.

 

Baca Juga :

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu Death Cross dalam trading Bitcoin? Death Cross terjadi ketika MA50 melintasi MA200 dari atas ke bawah, menandakan potensi tren bearish yang lebih kuat.

2. Apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin? Jika menggunakan strategi DCA, maka setiap penurunan harga bisa menjadi kesempatan akumulasi. Namun, perlu tetap mempertimbangkan level support yang kuat.

3. Apa dampak kebijakan The Fed terhadap harga kripto? Jika The Fed memberikan sinyal pemangkasan suku bunga atau menambah likuiditas di pasar, maka aset seperti Bitcoin biasanya akan mengalami kenaikan harga.

4. Bagaimana cara menghindari rug pull dalam investasi kripto?

  • Jangan berinvestasi hanya karena ada tokoh terkenal yang mendukung proyek tersebut.
  • Cek transparansi proyek melalui data on-chain dan audit smart contract.
  • Hindari token yang memiliki mekanisme likuiditas mencurigakan.

5. Apa strategi terbaik untuk menghadapi volatilitas pasar kripto? Strategi terbaik adalah menggunakan Dollar Cost Averaging (DCA), mengelola risiko dengan baik, serta tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.